Showing posts with label Risalah. Show all posts
Showing posts with label Risalah. Show all posts

Sunday, February 9, 2020

Inilah balasan terhadap orang munafik menurut Al Quran

Menurut Al Quran balasan terhadap orang munafik di akhirat kelak adalah "sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka" (AN NISA: 145). Setelah kita mengetahui sifat dan ciri orang munafik, berikut ini beberapa ayat lain tentang azab yang pedih yang akan menimpa orang munafik adalah sebagai berikut :
  1. Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih (AN NISA: 138)
  2. Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam (AN NISA: 140)
  3. Tidaklah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya nerakan jahannamlah baginya, kekal mereka di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar (AT TAWBAH: 63)
  4. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal (AT TAWBAH: 68)
  5. Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya (AT TAWBAH: 73)
  6. (Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih (AT TAWBAH: 79)
  7. Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar (AT TAWBAH: 101)
  8. dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali (AL FATH : 6)
  9. Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?“ Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu ( AL HADID : 14)


35 ciri orang munafik dan azab pedih bakal menimpanya

"Supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (Al Ahzab : 24). Berikut ini 35 sifat dan ciri orang munafik, sadarilah mungkin sebagian ada pada diri kita khususnya no.5 :
  1. Dusta : dusta atau bohong adalah tindakan tercela yang dibenci manusia dan dibenci dalam Agama.
  2. Khianat : tidak komitmen dan tidak menepati perkataannya tanpa ada kejelasan apapun.
  3. Fujur : sifat tercela seseorang, emosinya berlebihan dan melampaui batas saat pertikaian dengan orang lain.
  4. Ingkar Janji : "Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat" (Q.S an-Nahl:91)
  5. Malas Beribadah: "Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali" (An Nisa' : 142)
  6. Riya : termasuk sifat sombong yang sangat tercela dan dibenci oleh Allah. "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat (4) (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya (5) orang-orang yang berbuat riya (6) dan enggan (menolong dengan) barang berguna (7)" (Al-Maa’un : 4-7)
  7. Mempercepat Sholat: orang yang tidak khusyuk sholatnya, malah mempercepat gerak dan bacaan sholatnya, orang yang fikiran dan hatinya tidak menyatu bahkan tidak menghadirkan keagungan dan kebesaran Allah SWT dalam sholatnya. Perkara ini juga telah diriwayatkan dalam sebuah hadis Nabi SAW yang pernah bersabda bahwa: “Itulah sholat orang munafik,... lalu mempercepat empat rakaat (sholatnya)”
  8. Mencela Orang Soleh : Orang munafik tidak bercermin pada diri sendiri dan malah memperolok orang-orang yang soleh dengan ungkapan sindiran atau bahkan kasar yang tidak enak didengar seperti cemohan ataupun celaan.
  9. Mengolok-Olok Al-Quran, As-Sunnah, Dan Rasulullah SAW: Orang-orang munafik seringnya tidak sadar dengan ucapannya, selain mengolok-olok orang soleh ia juga bahkan tidak segan untuk mengolok-olok Qur’an maupun hadis. Walaupun mereka menganggapnya hanya sebagai candaan saja namun hal tersebut sudah termasuk kafir. "Ciri pertama dari orang munafik adalah dusta atau berbohong. Berdusta atau berbohong adalah suatu tindakan tercela yang tak hanya dibenci oleh manusia yang dibohongi tapi juga oleh agama. Agama melarang keras bagi umatnya untuk berdusta karena tindakan ini jelas akan memberi kerugian dan lebih banyak mudorotnya" (At-Taubah ayat 65-66)
  10. Bersumpah Palsu : "Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan" (Al-Munafiqun:2)
  11. Enggan Berinfak : enggan membantu orang lain, menghindari hal yang akan mengurangi kekayaan hartanya yang sebenarnya juga merupakan hak dari orang lain yang lebih membutuhkan. Jikapun berinfak, itu riya’ maupun sum’ah. "Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa´at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim" (Al-Baqarah ayat 254).
  12. Tidak Menghiraukan Nasib Sesama Kaum Muslimin : tidak memiliki rasa kepedulian terhadap orang lain/terhadap kaum muslim lainnya dan hanya peduli terhadap kemakmuran dirinya sendiri. Hal inilah yang membuat barisan para muslim menjadi lemah karena menjadi terpecah-belah akibat ketidak pedulian kepada sesama muslim.
  13. Sering menyebarkan dan melebih-lebihkan: melebih-lebihkan kejadian apalagi kesalahan orang lain. Ketika ia melihat sedikit kesalahan dari orang lain maka ia akan langsung menyebarkannya secara berlebihan dan terus mengulanginya hingga ia merasa bosan sendiri sehingga semua orang mengetahui bahkan menjadi salah paham terhadap orang yang terus dijadikan bahan omongan.
  14. Mengingkari Takdir : Orang munafik selalu berpikiran pendek tentang apa yang terjadi dan apa yang akan terjadi padanya, tidak menyadari bahwa semua apa yang terjadi dalam hidup ini adalah atas ijin dari Allah SWT. Ketika ia tertimpa musibah ia akan menyalahkan orang lain atau langkah yang diambilnya, bukan menerima apalagi mengakui hikmah dari musibah yang ia alami.
  15. Mencaci Maki Kehormatan Orang Soleh: mencaci maki, menjelek-jelekkan, mengumpat dan menjatuhkan kehormatan orang lain tanpa berkaca pada dirinya sendiri. "Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah" (Q.S. al-Ahzab:9).
  16. Sering Meninggalkan Sholat Berjamaah : malas sholat berjamaah walaupun keadaannya sehat wal’afiat. Ia enggan mendatangi masjid walaupun panggilan adzan telah berkumandang dan memiliki waktu luang tanpa hambatan apapun. Ia akan hanya diam seperti tidak mendengar panggilan adzan karena hatinya tertutup oleh kemunafikan.
  17. Membuat Kerusakan Di Muka Bumi Dengan Dalih Mengadakan Perbaikan : contohnya, pejabat mengijinkan, menghalalkan, melegalkan dan memfasilitasi minuman keras dikonsumsi di disuatu tempat dengan alasan ingin memungut pajak, ini adalah DALIHingin melakukan perbaikan. "Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, Mereka menjawab: Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadari" (Al-Baqarah: 11-12).
  18. Tidak Sesuai Antara Zahir Dengan Bathin : secara zahir mengakui Nabi Muhammad sebagai Rasul utusan Allah, namun secara Bathinnya ia masih mendustakan kesaksian tersebut dan memiliki perasaan terselubung yang busuk dan menghancurkan. Penampilan luarnya terlihat beriman namun dalam hatinya hanya main-main.
  19. Takut Terhadap Kejadian Apa Saja : memiliki siasat jahat, sehingga ia selalu merasa takut jika orang lain juga memiliki siasat jahat terhadapnya. Jiwanya tidak tenang dengan pikiran negatif yang selalu menggerogoti hatinya dan sibuk dengan duniawi, ia berharap bahwa hidupnya tenang dan tidak diganggu oleh siapapun.
  20. Beruzur Dengan Dalih Dusta : selalu punya alasan untuk menghindari tanggung jawab apalagi berperang dijalan Allah atau membantu sesama umat muslim. "Di antara mereka ada orang yang berkata: Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah. Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir" (At-Taubah: 49).
  21. Menyuruh Kemungkaran Dan Mencegah Kemakrufan: secara diam-diam akan terus melakukan kerusakan terhadap akhlak, melalui musik, konten porno, minuman keras, narkoba. Ia mengajak orang untuk menikmati hidup yang singkat dan cuma sekali, mengajak agar orang tidak larut dengan ibadah dan keagamaan yang menurutnya semu, namun larut dalam hal duniawai.
  22. Pelit : Orang-orang munafik biasanya sangat gila harta dan sangat pelit walau hanya untuk membagi sedikit kekayaannya untuk keluarganya sendiri sekalipun apalagi untuk orang lain yang bukan keluarganya seperti bersedekah atau infak.
  23. Lupa Kepada Allah SWT : Allah sang pencipta seluruh alam dan isinya adalah dzat yang sudah sepatutnya kita ingat dan kita sembah. Akan tetapi hal ini tidak berlaku bagi para munafik. Mereka hanya mengingat kekayaan dan kesenangan duniawi tanpa mengingat Allah SWT.
  24. Mendustakan Janji Allah SWT Dan Rasul-Nya : Allah maha benar dan Rasul adalah utusan Allah yang membawa kebenaran dan keselamatan bagi umat manusia. Namun orang munafik mendustakannya. "Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata: Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya” (Al-Ahzab: 12)
  25. Lebih Memperhatikan Zahir, Mengabaikan Bathin: Orang munafik selalu sibuk memperbaiki penampilan mereka namun tidak pernah memperhatikan penampilan batin mereka di hadapan Allah SWT. Mereka hanya sibuk berbelanja duniawi tanpa menerapkan sholat, dzikir, dan lainnya.
  26. Sombong Dalam Berbicara : Orang munafik tidak memiliki ilmu apapun namun ia selalu bersikap dan berbicara seolah-olah ia adalah orang berilmu dan berpendidikan. Bicaranya selalu wah dan angkuh supaya terlihat terhormat dan berwibawa.
  27. Tidak Memahami Ad Din : Orang munafik hanya tertarik pada urusan duniawi dan mendalami segala hal untuk memperkaya harta serta derajat di mata manusia lain seperti mengendarai mobil dan mendalami ilmu-ilmu untuk terlihat keren namun ia enggan untuk mempelajari agama sehingga pengetahuan tentang keagamaannya sangat nihil.
  28. Bersembunyi Dari Manusia Dan Menentang Allah Dengan Perbuatan Dosa : Orang munafik berbaur dan bersama-sama melakukan kebaikan dengan orang taat, namun sesungguhnya ia selalu menganggap ringan perkara-perkara yang melawan hukum Allah SWT bahkan menentang-Nya dengan melakukan berbagai kemungkaran dan kemaksiatan secara sembunyi-sembunyi. "Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak redlai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan" (An-Nisa’: 108).
  29. Senang Melihat Orang Lain Susah, Susah Bila Melihat Orang lain Senang : Orang munafik merasa senang melihat orang lain susah, namun sebaliknya ia merasa susah bila melihat orang lain senang. Ia senantiasa mengikuti perkembangan berita dan menyebarluaskan berita-berita duka dengan memasang caption ikut prihatin padahal hatinya senang dan terhibur karena berita duka tersebut.
  30. Melalaikan sholat fardu : Orang munafik tidak hanya menipu dan merugikan orang lain tapi juga dengan sengaja melalaikan sholat fardhu tanpa merasa bersalah sedikitpun.
  31. Dengki : Orang munafik selalu merasa iri dengan apa yang dimiliki orang lain dan selalu menghasut orang-orang untuk juga merasakan iri seperti yang ia rasakan.
  32. Ghasab : Orang munafik memiliki sifat pelit namun selalu menganggap apa yang milik orang lain itu bisa ia pinjam atau pinta tanpa harus ia meminta ijin terhadap si pemilik, dan jika ia tidak dibolehkan untuk meminjam maka ia marah dan menyebarluaskan ke orang-orang lain bahwa orang tersebut pelit.
  33. Memakan Harta Anak Yatim : orang munafik tidak pernah puas dengan kekayaan harta yang dimilikinya sehingga ia tidak segan-segan untuk memakan harta anak yatim.
  34. Tidak Membayar Hutang: orang munafik selalu gila harta dan enggan membagi hartanya walaupun dalam bentuk pinjaman kepada sesama umat muslim yang membutuhkan. Namun ketika ia membutuhkan bantuan berupa pinjaman uang maka ia akan sulit dan tidak rela untuk membayar hutangnya tersebut.
  35. Memutus Silaturahmi: orang munafik tidak memperdulikan hal lain selain kesenangan dirinya dalam hal duniawi walaupun harus memutus silaturahmi.
Setelah kita mengetahui ciri orang munafik berikut ini adalah balasan terhadap orang munafik menurut Al Quran.

Thursday, February 6, 2020

Bagaimana sikap muslim terhadap orang yang memperolok-olokan Al Quran?

Memasuki era akhir zaman saat ini, muncul banyak fitnah dan sebagian orang ada yang memperolok-olok Al Quran, baik itu secara terang-terangan maupun sekedar gurauan, inilah yang dinamakan perbuatan memperolok-olok Al Quran. Lantas bagaimana sikap kita sebagai seorang muslim?

Jawabannya sudah Allah berikan dalam Al Quran yaitu Surat An Nisaa ayat 140 yang artinya "Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam"

Kesimpulan :
  1. Dilarang duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain yaitu pembicaraan yang bukan memperolok-olok al Quran.
  2. Jika kita duduk sama meraka dan mendengarkan atau ikut-ikutan, maka kita serupa dengan mereka (tidak ada bedanya dengan mereka)
  3. Perbuatan itu dilakukan oleh orang munafik dan orang kafir, maka Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,
  4. Jadi, berhati-hatilah meskipun orang Islam jika memperolok-olok Al Quran balasanya NEKARA JAHANAM.

Wednesday, February 5, 2020

Doa Perlindungan dari Bisikan Setan menurut Al Quran

Syaian adalah musuh yang nyata, dan menurut Al Quran banyak sekali ayat yang tegas tentang hal tersebut, Inilah doa menghadapi syaitan.

"Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung pula kepada-Mu, ya Tuhan kami dari kedatangan mereka kepadaku" (QS. Al-Mukminun 97-98).

Doa ini merupakan doa yang diperintahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk berlindung dari (keburukan) setan yang sama sekali tidak memberikan kebaikan dan tidak tunduk pada kebenaran. Dan doa diatas merupakan perintah Allah kepada umatnya untuk memperbanyak membacanya dalam keadaan apapun agar selamat dari tipu daya setan, baik dalam beramal maupun dalam perkara lainnya.
Berikut beberapa ayat yang secara tegas disampaikan bahwa syaitan musuh yang nyata bagi manusia :

Al Baqarah: 168 Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

 Al Baqarah:208 Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

An Nisaa:101 Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Al An'am:142 Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Al A'raf:22 maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?"

Al Baqarah:168 Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Al Baqarah:208 Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Dan masih banyak lagi ayat yang menyatakan syaitan itu musuh yang nyata bagi manusia.


Thursday, January 16, 2020

Apakah Membaca Al Ikhlas 3 kali dianggap telah mengkhatamkan Al Quran?

Apakah orang yang membaca Surat al-Ikhlas setiap malam sebanyak 5 kali dianggap telah mengkhatamkan al-Qur'an seluruhnya? Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan hafizhahullah menjawab:

Dalam Surat al-Ikhlash terdapat keutamaan agung. Di dalam sebuah hadits yang sah dari Nabi disebutkan bahwa Beliau bersabda: "Demi Dzat Yang jiwaku berada di tangan-Nya! Sungguh dia itu (Surat al-Ikhlash) benar-benar sepadan dengan sepertiga al-Quran" (HR. al-Bukhâri, dalam Shahihnya, no. 5014 dan no 6643).

Keutamaan itu dikarenakan surat tersebut mengandung penyebutan sifat Allâh Di dalamnya terdapat keutamaan yang besar, dan orang yang membacanya juga mendapatkan keutamaan besar. Akan tetapi, bukan berarti orang yang membacanya, mencukupkan diri hanya dengan-membaca surat itu saja dan mengulang-ulangnya akan sama dengan orang yang membaca seluruh al-Quran. Orang yang membaca al-Quran seluruhnya, ia mendapatkan pahalanya, dan ia pun secara otomatis telah membaca Surat al-lkhlash sehingga iapun berhak mendapatkan pahala membaca surat ini, dan juga pahala membaca al-Quran seluruhnya. Nabi telah bersabda:

"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka dengan bacaannya tersebut ia mendapatkan satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan itu dilipatgandakan sepuluh kali lipat (penggandaan minimal). Aku tidak mengatakan: alif lâm mim itu satu huruf. Akan tetapi alif itu satu huruf lám satu huruf, dan mim satu huruf" HR. at-Tirmidzi, disebut dalam al-lâmi' no 2910, dan Shahih al-Jami' no 6345, 2673.

Jadi, membaca Surat al-lkhlas saja tidak bisa sama dengan membaca al-Quran seluruhnya. Ya, orang yang membacanya bisa meraih pahala dengan membacanya, namun tidak seperti orang yang membaca al-Quran seluruhnya.

Inilah Doa Nabi Ibrahim sehingga sholatnya tetap terjaga

Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankanlah doaku (QS. Ibrahim/ 14: 40). Ini adalah doa Nabi lbrahim alaihissalam; doa yang sangat agung: mengingat shalat merupakan tiang penyangga agama ini. Di antara faidah dari doa ini adalah:
  1. Pentingnya shalat, di mana shalat disebutkan secara khusus. Dan agar seseorang menjaga shalat, dan menegakkan batasan-batasannya. Dengan demikian seseorang akan tetap tegar kokoh di atas Islam dan menetapi hukum-hukumnya

  2. Urgensi tawassul dengan menyebut Rububiyyah Allâh saat berdoa, yaitu dengan mengucapkan Ya Rabb. Karena di antara sebab dikabulkannya doa adalah bertawassul kepada Allah dengan Rububiyyah-Nya. Dengan Rububiyyah Alläh lah terwujud penciptaan dan pengaturan alam semesta.

  3. Pentingnya berdoa dengan memohon secara mendesak dan meminta dengan sangat. Dan itu di antara sebab agung yang membuahkan dikabulkannya doa. Dalam doa tersebut kata Ya Rabb diucapkan berulang: yang menunjukkan doa ini dipanjatkan dengan sangat.

  4. Sudah seyogyanya bagi orang yang berdoa untuk memperbanyak meminta Allah  agar dikabulkan doanya.

  5. Sudah seyogyanya bagi orang yang berdoa agar berdoa untuk dirinya, orang tua dan juga anak keturunannya.

  6. Sudah sepatutnya agar doa seseorang adalah terkait dengan tujuan dan tuntutan agama; sebab itu adalah tujuan dan maksud yang paling penting; dan itulah yang akan menjadi kebahagiaannya di dunia dan akhirat.

  7. Bahwa doa merupakan benteng bersandarnya para nabi dan rasul serta kaum shalihin.

Sunday, January 12, 2020

Ya Rabb, Masukanlah kami ke surga melalui pintu mana saja

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Rabbmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allâh dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allâh, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allâh mempunyai karunia yang besar (QS. Al-Hadîd/57: 21)

Semua orang yang beriman kepada Allâh Ta’alla dan hari akhir pasti berharap agar dimasukkan ke dalam surga. Tempat yang penuh dengan kenikmatan abadi yang tidak membosankan dan tidak diselingi kesusahan atau penderitaan, sebagaimana di dunia. Tempat yang hanya disediakan untuk orang yang beriman kepada Allâh dan Rasul-Nya.

Tempat yang berisi kenikmatan yang tidak pernah diketahui dan belum pernah dirasakan manusia. Rasûlullâh bersabda: "Allâh berfirman, "Aku telah persiapkan untuk para hamba-Ku yang shalih sebagai simpanan sesuatu yang tidak pernah terlihat terlihat mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia, balha (tinggalkan atau selain)1 apa yang sudah diperlihatkan kepada kalian. 

Kemudian Beliau membaca firman Allâh Ta’alla :
Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan. (QS. As-Sajdah/32:17) (HR. Al-Bukhâri)

Itulah sebagian dari diskripsi kenikmatan surga. Tidak mengherankan, jikalau seorang yang beriman kepada Allâh dan hari akhir sangat merindukan kehidupan surga. Akhirnya, semoga Allâh Taalla menjadikan kita termasuk para hamba-Nya yang dipersilahkan memasuki surga dari pintu mana saja, sebagaimana dijelaskan oleh Rasûlullâh dalam sabdanya:  Tidaklah ada salah seorang dari kalian  yang berwudhu, lalu ia melebihkan atau menyempurnakan wudhunya lalu ia membaca (doa): aku bersaksi tiada ilah yang berhak diibadahi  kecuali Allâh dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, melainkan akan dibukakan delapan pintu surga baginya, ia masuk melalui pintu yang ia kehendaki.” (HR. Muslim, no.234) 

Atau para hamba yang dipersilahkan masuk melalui pintu tertentu, sebagaimana juga dijelaskan oleh Rasûlullâh, Barang siapa membelanjakan dua barang dari hartanya di jalan Allâh, maka akan dipanggil dari pintu-pintu surga. Surga itu memiliki pintu -pintu. Barang siapa tekun dalam shalat, maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Dan barang siapa terbiasa bersedekah, maka akan dipanggil dari pintu sedekah. Barang siapa termasuk ikut serta dalam jihad, maka akan dipanggil dari pintu jihad. Dan barang siapa berpuasa maka akan dipanggil dari pintu Rayyan. (HR. Al-Bukhâri, no.1897 dan Muslim no. 1027)